1 Ayat Qauliyah dan Kauniyah

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍۢ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

2 Berpikirlah

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًۭا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ.

3 Poligami Rasulullah SAW

“Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,.

4 Luqman Al-Hakim

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.

5 Les Ngaji Iqro

(seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”(QS. Ali-‘Imran: 190-191).

Showing posts with label Dr. Nashruddin Syarief. Show all posts
Showing posts with label Dr. Nashruddin Syarief. Show all posts

Monday, May 30, 2016

Dekonstruksi Wahyu, dari Hermeneutika Hingga Pluralisme




SEKOLAH Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL kembali menggelar perkuliahannya yang kedelapan pada hari Selasa (28/04/2015) di aula Mi’raj Tours & Travel, Bandung. Perkuliahan yang telah berlangsung sejak bulan Maret ini membahas tema “Dekonstruksi Wahyu” dan dihadiri oleh lebih dari 30 orang pesertanya.

Dr. Nashruddin Syarief, penulis buku “Islam Tanpa Sesat”, membuka perkuliahan dengan prolog mendalam mengenai konsep wahyu yang telah didekonstruksi dan urgensi mempelajarinya untuk menangkal pemahaman yang diinisiasi oleh Barat. “Hari ini nyaris disepakati doktrin yang berasal dari filsafat hermeneutika. Mereka mendoktrin bahwa mustahil firman di langit itu turun secara utuh ke dunia. Teori ini kemudian diserap oleh para cendekiawan muslim di Indonesia lalu dicari dalil dan pembenarannya dari doktrin-doktrin Islam menurut mereka,” papar Nashruddin.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More