1 Ayat Qauliyah dan Kauniyah

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍۢ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

2 Berpikirlah

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًۭا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ.

3 Poligami Rasulullah SAW

“Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,.

4 Luqman Al-Hakim

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.

5 Les Ngaji Iqro

(seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”(QS. Ali-‘Imran: 190-191).

Showing posts with label Kecerdasan. Show all posts
Showing posts with label Kecerdasan. Show all posts

Monday, June 27, 2016

KECERDASAN DAN KEIMANAN




Oleh: Dr Hamid Fahmy Zarkasyi

Ketika saya berkunjung kembali ke Inggeris, Maret 2010, di Nottingham saya mendengar berita menarik. Tiga orang Professor menerbitkan hasil riset mereka. Mereka adalah Richard Lynn dari Ulster University, Irlandia Utara, Helmuth Nyborg dari Universitas Aarhus, Denmark dan John Harvey Sussex, Inggeris.

Riset itu meliputi 137 negara di dunia, termasuk Indonesia. Menarik karena risetnya mengkaji sebuah hypothesis adanya korelasi negatif antara IQ dan Iman atau antara kecerdasan dan keimanan. Hypothesisnya kira-kira berbunyi begini:

Semakin cerdas seseorang orang itu ia semakin sekuler dan bahkan atheis.
Semakin bodoh seseorang itu ia semakin religious.

Lynn dkk mengaku bukan peneliti pertama. Jauh sebelum itu Howells (1928) dan Sinclair (1928) sudah pernah menguji hypothesa yang sama untuk mahasiswa. Demikian pula Argyle tahun 50 an melakukan penelitian yang sama. Hasil yang mereka peroleh konon “mahasiswa cerdas lebih sedikit kemungkinan menerima kepercayaan ortodoks dan cenderung tidak mendukung sikap-sikap religius”.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More