1 Ayat Qauliyah dan Kauniyah

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍۢ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

2 Berpikirlah

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًۭا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ.

3 Poligami Rasulullah SAW

“Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,.

4 Luqman Al-Hakim

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.

5 Les Ngaji Iqro

(seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”(QS. Ali-‘Imran: 190-191).

Showing posts with label al-Qur'an. Show all posts
Showing posts with label al-Qur'an. Show all posts

Monday, May 21, 2018

Keutamaan Mengkhatamkan Al-Quran di Bulan Ramadhan



BULAN Ramadhan adalah bulan yang mulia dan banyak berkahnya. Setiap muslim pasti sering mendengar bahwa bulan Ramadhan adalah bulannya Al-Quran. Karena memang sangat banyak dalil yang menunjukkan hal ini. Allah Ta’ala berfirman,

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah : 185)

Sedangkan keutamaan membaca Al-Quran sangat banyak dijelaskan, salah satunya adalah Sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam,

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Saturday, February 17, 2018

Tahapan Mengambil Pelajaran dari Al-Qur’an



Bulan Ramadhan Bulannya Al-Qur’an

Kebiasaan Nabi, para sahabat dan orang-orang shalih terdahulu adalah memperbanyak berinteraksi dengan Al-Qur’an di bulan Ramadan.

Bentuk Tilawah (Membaca) Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. (QS. Fathir: 29).

Sunday, January 21, 2018

Bumi itu Bulat atau Datar? Ini Jawaban Zakir Naik




PONOROGO–Zakir Naik telah mengunjungi beberapa kota dan tempat di Indonesia untuk berdakwah. Universitas Darussalam Gontor, menjadi lokasi ketiganya bersafari dakwah. Dalam kunjungannya itu, Zakir Naik menjelaskan rupa bumi berdasarkan Al-Quran.

Sebelumnya, Zakir Naik ditanya oleh seorang perempuan bernama Rosita yang berasal dari Ambon, Maluku. Menurut yang diketahuinya, dalam Al-Quran surah Al-Kahf ayat 7, surah Adz dzariat ayat 48, dan surah Al Ghasyiyah 20, bahwa bumi itu dihamparkan. Namun, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi yang diajarkan bahwa bumi itu berbentuk bulat.

“Apakah selama ini kita dibohongi oleh sains modern? Atau Dokter Zakir Naik punya pendapat sendiri yang menjelaskan bahwa bumi itu bulat atau datar?” tanyanya.

Kemudian, Zakir Naik pun beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati mikrofon sembari membawa Al-Quran, ia mengulang pertanyaan Rosita.

“Saudariku bertanya tentang bumi, bahwa dalam Al-Quran bumi itu dihamparkan, seperti dalam surah Al-Kahf, Adz dzariat dan Al Ghasyiyah,” katanya.

Tuesday, November 7, 2017

Hari Ini Generasi Mudah Hafal Quran Tapi Sulit Mengamalkan



Hari Ini Generasi Mudah Hafal Quran Tapi Sulit Mengamalkan

Mengutip perkataan sahabat Abdullah Ibnu bin Mas’ud, Ustadz Budi memulai dengan pembahasan generasi Qurani. Kami ini masyarakat yang sulit menghafal Quran tapi mudah mengamalkannya. Dan sesudah kami, muncul generasi mudah menghafal Quran tapi sulit mengamalkannya.

“Kita syukuri umat ini lebih baik dari generasi yang kemarin-kemarin. Membaca Al Quran sudah lewat, generasi itu sudah selesai. Saya justru akan mulai dari sahabat mulia, 15 tahun membina Persia yaitu sahabat Abullah ibnu bin Mas’ud,” ujarnya.

Ustadz Budi mengatakan Quran itu bagi sahabat berada didalam dirinya. Sementara saat ini banyak umat Islam menenteng Al Quran saku, Handphone beraplikasi Quran, laptop ada Al quran namun jarang berinteraksi dengan Quran.

“Tilawah Quran itu include didalamnya menghafal. Sahabat dulu yang namanya membaca maksudnya menghafal, tidak ada mushafnya seperti sekarang ini. Jadi sekarang ini jangan putus dalam membacanya tetapi terus ditingkatkan menghafal,” tuturnya.

Para sahabat Nabi mempelajari Al Quran bersama Rosul langsung diamalkan. Menurut Ustadz Budi bukti perkembangan Islam ke seluruh wilayah menjadi mudah sebab dasar pengamalan Quran sudah mendarah daging.

“Umar itu ngaji Surat Al Baqoroh selama 12 tahun, nah ini harus dimulai bertahab kita. Maka pantas kalau dibawah kepemimpinan Umar wilayah Islam seperti itu. Wilayah barat sampai ke Lipia, Persia selesai, Romawi selesai,” ucapnya.

Ustadz Budi sepakat jika saat ini berkembang generasi penghafal Quran dengan munculnya sekolah Tahfidz, lomba hafal Quran dan lainnya. Untuk itu misi pendek harus mulai diganti menuju generasi gemilang oenghafal Quran memimpin peradaban.

“Sepakat kita generasi penghafal Quran saat ini, tapi misi-misi pendek sudah harus diganti,” tandasnya. [SY/ Panjimas.com]

Friday, November 3, 2017

Mengenal Asal-asul Mushaf Utsmany



Mengenal Asal-asul Mushaf Utsmany

AL-QUR’AN turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Dan pada masa Rasulullah SAW, Al-Qur’an belum dibukukan seperti saat ini. Setelah Rasulullah wafat barulah Al-Qur’an mulai disusun dan dibukukan atau disebut dengan Mushhaf.

Mushhaf Utsmany adalah mush-haf dari ayat-ayat Allah SWT yang dikumpulkan kaum Muslimin pada zaman khalifah (pemerintahan) shahabat Utsman bin ‘Affan . Yang demikian disebabkan pada saat meninggalnya Nabi Muhammad , Al-Qur’an dalam keadaan belum terkumpul menjadi mush-haf.

Al-qur’an pada waktu itu terdapat di dada-dada kaum muslimin, pelepah-pelepah daun kurma, batu putih yang tipis dan halus, dan yang lainnya.

Kemudian dikumpulkan pada khilafahnya shohabat Abu Bakar Ash-Shidiq ketika terbunuhnya sebagian besar para shahabat Rasulullah SAW yang qurro’ (hafal Al-Qur’an), yaitu pada saat terjadinya peperangan Yamamah. (Sebagaimana hadits yang dikeluarkan Imam Bukhari no. 4986). Kemudian pada zamannya Khalifah Utsman bin ‘Affan dikumpulkan karena sabda Rasulullah (artinya) :

“Sesungguhnya Al-Quran diturunkan dengan tujuh huruf.”

Alquran Sumber Ilmu Pengetahuan



Alquran Sumber Ilmu Pengetahuan

JAKARTA -- Upaya mencari ilmu pengetahuan di dalam dunia Islam bukan hal baru. Sebab, sudah dilakukan para ulama sejak zaman dulu. Mereka mempunyai perspektif terhadap Alquran, Alquran bukan hanya petunjuk agama saja tetapi juga sebagai sumber ilmu pengetahuan.

"Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu sarana bagi manusia untuk menuju kehidupan di dunia yang lebih baik, dan petunjuknya ada dalam Alquran," kata Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof Muhammad Anis Shahab saat Seminar Dakwah bertema Alquran dan Sains Modern di Gedung Rabithah Alawiyah, Jakarta Selatan, Sabtu (13/5).

Saturday, June 10, 2017

Adab Membaca Al-Quran yang Sering Dilupakan



AL QUR’ANUL Karim adalah firman Allh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al-Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah Ta’ala.

Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya,” (HR. Bukhari)

Ketika membaca Al-Qur’an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur’an:

1. Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang.

Dalam membaca Al-Qur’an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam Haromain berkata, “Orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama,” (At-Tibyan, hal. 58-59)

2. Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca.

Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang membaca Al-Qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami,” (HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan).

Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al-Qur’an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rasulullah telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatam kan Al-Qur’an setiap satu minggu (7 hari) (HR. Bukhori, Muslim).

Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam seminggu.

3. Membaca Al-Qur’an dengan khusyu’, dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan.

Allah Ta’ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu,” (QS. Al-Isra’: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.

4. Membaguskan suara ketika membacanya.

Sebagaimana sabda Rasulullah “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar kemampuannya.

5. Membaca Al-Qur’an dimulai dengan isti’adzah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk,” (QS. An-Nahl: 98).

Membaca Al-Qur’an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara khusyu’.

Rasulullah bersabda, “Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an),” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim). Wallahu a’lam. [] Sumber: Republika

Tuesday, May 23, 2017

Ada Bintang di Rumahmu – Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Rumah

Saudaraku..
Pernahkah melihat langit di kegelapan malam?
Jika tiada mendung, niscaya kita akan melihat bagian yang dipenuhi bintang gemintang berkelipan. Dan ada pula bagian yang gelap tiada cahaya.

Begitu pula keadaan bumi di malam hari jika dilihat oleh penduduk langit.
Ada bagian yang berkelipan dan ada pula yang gelap gulita.
Maukah rumahmu berkelipan jika dilihat oleh penduduk langit?

Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

إنَّ البيت ليُتلى فيه القرآن؛ فيتراءى لأهلِ السماء كما تتراءى النجومُ لأهل الأرض

Sumber Dari -> http://wahdah.or.id/ada-bintang-di-rumahmu-keutamaan-membaca-al-quran-di-rumah/ .

إنَّ البيت ليُتلى فيه القرآن؛ فيتراءى لأهلِ السماء كما تتراءى النجومُ لأهل الأرض
إنَّ البيت ليُتلى فيه القرآن؛ فيتراءى لأهلِ السماء كما تتراءى النجومُ لأهل الأرض

Sumber Dari -> http://wahdah.or.id/ada-bintang-di-rumahmu-keutamaan-membaca-al-quran-di-rumah/ .
إنَّ البيت ليُتلى فيه القرآن؛ فيتراءى لأهلِ السماء كما تتراءى النجومُ لأهل الأرض

Sumber Dari -> http://wahdah.or.id/ada-bintang-di-rumahmu-keutamaan-membaca-al-quran-di-rumah/ .
“Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya al-Qur’an, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi”.
(HR. Ahmad, Ash-Shahihah No 3112).

Yaa.. Bacalah Al-Qur’an di rumahmu..
Agar menjadi penerang dan penyejuk kehidupan rumahmu.

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa radhiyallohu ‘anhu Nabi shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda;
“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” (HR. Bukhari 6407).

Saudaraku…
Orang yang sudah mati tentu kuburan adalah tempatnya. Dan rumah yang tidak dibacakan Al Qur’an di dalamnya adalah laksana kuburan.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

َ لَاتَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”.
(HR. Muslim 780)
Sumber: Wahdah Islamiyah
Saudaraku.. Pernahkah melihat langit di kegelapan malam? Jika tiada mendung, niscaya kita akan melihat bagian yang dipenuhi bintang gemintang berkelipan. Dan ada pula bagian yang gelap tiada cahaya. Begitu pula keadaan bumi di malam hari jika dilihat oleh penduduk langit. Ada bagian yang berkelipan dan ada pula yang gelap gulita. Maukah rumahmu berkelipan jika dilihat oleh penduduk langit? Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, إنَّ البيت ليُتلى فيه القرآن؛ فيتراءى لأهلِ السماء كما تتراءى النجومُ لأهل الأرض “Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya al-Qur’an, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi”. (HR. Ahmad, Ash-Shahihah No 3112). Yaa.. Bacalah Al-Qur’an di rumahmu.. Agar menjadi penerang dan penyejuk kehidupan rumahmu. عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ Dari Abu Musa radhiyallohu ‘anhu Nabi shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda; “Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” (HR. Bukhari 6407). Saudaraku… Orang yang sudah mati tentu kuburan adalah tempatnya. Dan rumah yang tidak dibacakan Al Qur’an di dalamnya adalah laksana kuburan. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, َ لَاتَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”. (HR. Muslim 780) Wonosari, Gunungkidul Oleh Ustadz Reky Abu Musa, Lc

Sumber Dari -> http://wahdah.or.id/ada-bintang-di-rumahmu-keutamaan-membaca-al-quran-di-rumah/ .
Saudaraku.. Pernahkah melihat langit di kegelapan malam? Jika tiada mendung, niscaya kita akan melihat bagian yang dipenuhi bintang gemintang berkelipan. Dan ada pula bagian yang gelap tiada cahaya. Begitu pula keadaan bumi di malam hari jika dilihat oleh penduduk langit. Ada bagian yang berkelipan dan ada pula yang gelap gulita. Maukah rumahmu berkelipan jika dilihat oleh penduduk langit? Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, إنَّ البيت ليُتلى فيه القرآن؛ فيتراءى لأهلِ السماء كما تتراءى النجومُ لأهل الأرض “Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya al-Qur’an, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi”. (HR. Ahmad, Ash-Shahihah No 3112). Yaa.. Bacalah Al-Qur’an di rumahmu.. Agar menjadi penerang dan penyejuk kehidupan rumahmu. عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ Dari Abu Musa radhiyallohu ‘anhu Nabi shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda; “Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” (HR. Bukhari 6407). Saudaraku… Orang yang sudah mati tentu kuburan adalah tempatnya. Dan rumah yang tidak dibacakan Al Qur’an di dalamnya adalah laksana kuburan. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, َ لَاتَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”. (HR. Muslim 780) Wonosari, Gunungkidul Oleh Ustadz Reky Abu Musa, Lc

Sumber Dari -> http://wahdah.or.id/ada-bintang-di-rumahmu-keutamaan-membaca-al-quran-di-rumah/ .
Saudaraku.. Pernahkah melihat langit di kegelapan malam? Jika tiada mendung, niscaya kita akan melihat bagian yang dipenuhi bintang gemintang berkelipan. Dan ada pula bagian yang gelap tiada cahaya. Begitu pula keadaan bumi di malam hari jika dilihat oleh penduduk langit. Ada bagian yang berkelipan dan ada pula yang gelap gulita. Maukah rumahmu berkelipan jika dilihat oleh penduduk langit? Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, إنَّ البيت ليُتلى فيه القرآن؛ فيتراءى لأهلِ السماء كما تتراءى النجومُ لأهل الأرض “Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya al-Qur’an, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi”. (HR. Ahmad, Ash-Shahihah No 3112). Yaa.. Bacalah Al-Qur’an di rumahmu.. Agar menjadi penerang dan penyejuk kehidupan rumahmu. عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ Dari Abu Musa radhiyallohu ‘anhu Nabi shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda; “Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” (HR. Bukhari 6407). Saudaraku… Orang yang sudah mati tentu kuburan adalah tempatnya. Dan rumah yang tidak dibacakan Al Qur’an di dalamnya adalah laksana kuburan. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, َ لَاتَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”. (HR. Muslim 780) Wonosari, Gunungkidul Oleh Ustadz Reky Abu Musa, Lc

Sumber Dari -> http://wahdah.or.id/ada-bintang-di-rumahmu-keutamaan-membaca-al-quran-di-rumah/ .
Saudaraku.. Pernahkah melihat langit di kegelapan malam? Jika tiada mendung, niscaya kita akan melihat bagian yang dipenuhi bintang gemintang berkelipan. Dan ada pula bagian yang gelap tiada cahaya. Begitu pula keadaan bumi di malam hari jika dilihat oleh penduduk langit. Ada bagian yang berkelipan dan ada pula yang gelap gulita. Maukah rumahmu berkelipan jika dilihat oleh penduduk langit? Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, إنَّ البيت ليُتلى فيه القرآن؛ فيتراءى لأهلِ السماء كما تتراءى النجومُ لأهل الأرض “Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya al-Qur’an, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi”. (HR. Ahmad, Ash-Shahihah No 3112). Yaa.. Bacalah Al-Qur’an di rumahmu.. Agar menjadi penerang dan penyejuk kehidupan rumahmu. عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ Dari Abu Musa radhiyallohu ‘anhu Nabi shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda; “Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” (HR. Bukhari 6407). Saudaraku… Orang yang sudah mati tentu kuburan adalah tempatnya. Dan rumah yang tidak dibacakan Al Qur’an di dalamnya adalah laksana kuburan. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, َ لَاتَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”. (HR. Muslim 780) Wonosari, Gunungkidul Oleh Ustadz Reky Abu Musa, Lc

Sumber Dari -> http://wahdah.or.id/ada-bintang-di-rumahmu-keutamaan-membaca-al-quran-di-rumah/ .

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More