1 Ayat Qauliyah dan Kauniyah

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍۢ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

2 Berpikirlah

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًۭا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ.

3 Poligami Rasulullah SAW

“Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,.

4 Luqman Al-Hakim

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.

5 Les Ngaji Iqro

(seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”(QS. Ali-‘Imran: 190-191).

Showing posts with label Baca. Show all posts
Showing posts with label Baca. Show all posts

Sunday, July 24, 2016

Dari 5.715 Orang Hanya 1 yang Baca Buku




Oleh Syahrudddin El-Fikri, Jurnalis Republika, GM Redaksi dan Promosi Republika Penerbit

JAKARTA -- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan data The United Nation of Education, Social, and Cultural (Unesco) Tahun 2012, jumlah warga masyarakat yang memiliki minat baca hanya 1:1000. Artinya, dari 1000 orang penduduk Indonesia, hanya satu yang memiliki minat baca. Sisanya atau 999 orang, kurang memiliki keinginan untuk membaca.

Dari data tersebut, dari 255 juta jiwa penduduk Indonesia terdapat 255 ribu orang yang suka membaca. Dan sebanyak 252,45 juta jiwa tak ada keinginan untuk membaca. Sungguh sangat memprihatinkan bila melihat angka tersebut. 

Ada perasaan miris, sedih, dan keresahan. Upaya founding father bangsa ini untuk menjadikan Negara Indonesia semakin maju, tampaknya masih jauh dari harapan. Jangankan hendak membandingkan dengan negara adidaya seperti Amerika Serikat (AS) yang setiap warganya sudah membaca minimal sebanyak tujuh buku dalam setahun, dengan Jepang bahkan Malaysia pun, kita masih jauh. Dalam setahun, sedikitnya masyarakat Jepang membaca tiga hingga empat judul buku baru, sedangkan di Malaysia, warganya paling sedikit satu buku dibaca oleh tiga orang. 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More