1 Ayat Qauliyah dan Kauniyah

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍۢ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

2 Berpikirlah

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًۭا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ.

3 Poligami Rasulullah SAW

“Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,.

4 Luqman Al-Hakim

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.

5 Les Ngaji Iqro

(seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”(QS. Ali-‘Imran: 190-191).

Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Tuesday, January 23, 2018

Da'wah Nabi: Antara Lembut dan Tegas




 Islam mengajarkan untuk tawazun (seimbang):

_wa aqiimul wazna bil qishthi wa laa tukhsirul miizaan_

Di antara keseimbangan itu adalah seimbang antara reward dan punishment, pujian dan kritik, serta kelembutan dan ketegasan.

Pada dasarnya, lembut adalah baik, tapi jika bukan pada tempat dan waktunya maka itu zalim.

Pada dasarnya, tegas itu bagus, tapi jika bukan pada tempat dan waktunya, itu juga zalim.

Kedua sikap ini benar pada kondisinya masing-masing.

Da'wah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sangat memperhatikan keduanya.

Saturday, September 3, 2016

Peran Kesultanan dalam Geliat Islam di Kalimantan




JAKARTA -- Berdirinya kerajaan-kerajaan Islam atau biasa disebut kesultanan, merupakan episode penting dalam proses islamisasi di Nusantara. Menurut Jajat Burhanuddin, dalam Islamisasi Kelembagaan Politik, munculnya kerajaan-kerajaan Islam di nusantara, membuka keyakinan bagi terintegrasinya nilai-nilai Islam ke dalam sistem sosial dan politik di nusantara.

Kerajaan-kerajaan itu menjadi basis bagi upaya penerapan ajaran Islam di kalangan masyarakat. Dengan dukungan dari para penguasa, para pedagang dan pengembara Muslim berperan sebagai pelaku ekonomi, sekaligus juru dakwah yang memperkenalkan Islam kepada masyarakat lokal.

Ada dua kerajaan Islam besar yang berdiri di Pulau Kalimantan, yaitu Kerajaan Banjar dan Kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai terdapat di Kalimantan Timur dan Kerajaan Banjar terdapat di Kalimantan Selatan.

Kapan Islam Masuk ke Kalimantan?




JAKARTA -- Islam mengakar kuat di Pulau Kalimantan, seiring dengan perkembangan Islam di bumi nusantara. Ada banyak teori tentang kapan Islam masuk di Kalimantan.

Marzuki dalam Tarikh dan Kebudayaan Islam menjelaskan, di Pulau Kalimantan, Islam masuk melalui pintu timur. Kalimantan Timur pertama kali diislamkan oleh Datuk Ri Bandang dan Tunggang Parangan.

Kedua mubalig ini datang ke Kutai (Kalimantan Timur) setelah orang-orang Makassar masuk Islam. Islamisasi di sini dan daerah sekitarnya diperkirakan terjadi sekitar 1575 M.

Friday, July 8, 2016

Ketika Umat Islam Mengadopsi Sistem Persi dan Romawi




Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga umatku ini mengikuti jejak umat (generasi) sebelum mereka sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta

Datangnya masa di mana umat Islam benar-benar akan mengikuti Bangsa Persi dan Romawi dalam tata kelola sistem pemerintahan 

Oleh: Abu Fatiah Al-Adnani

Dari Abu Hurairah ra, bersabda Rasulullah Shalallahu  ‘Alaihi Wassallah: “Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga umatku ini mengikuti jejak umat (generasi) sebelum mereka sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Maka, ditanyakanlah kepada beliau, “Ya, Rasulullah, apakah mereka itu seperti bangsa Persi dan Rumawi?” Beliau menjawab, “Ya, siapa lagi manusia itu (kalau bukan mereka).” [HR. Al-Bukhari, Al-I‘tishâm, hadits no. 7319.  Fath Al-Bârî (13/312)].

Perjalanan umat Islam di masa 4 khalifah pertama berlangsung selama 30 tahun. Kemudian umat Islam masuk di fase mulkan adhan yang berlangsung selama lebih dari 1200 tahun. Jika di masa khulafaur rasyidin totalitas system pemerintahan Islam berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah, maka di era mulkan adhan (Bani Umayyah, Abbasiah dan Utsmaniyah) system ini mulai bergeser menjadi kerajaan.Pada fase ini mulai ada titik persamaan secara politik dengan apa yang berlangsung pada pemerintahan Persi dan Romawi; menjadikan kekuasaan sebagai warisan.

Sunday, June 19, 2016

Mantan Biarawati : Islam Banyak Difitnah Karena Kesempurnaannya




Mantan Biarawati yang saat ini telah memeluk Islam Ustadzah Irena Handono menjelaskan bahwa banyaknyanya fitnah yang menimpa kalangan umat Muslim, tak lepas dari sifat agama Islam yang sempurna.

“Fitnah terjadi karena kesempurnaannya. Mereka iri dan dengki dengan kesempurnaan tersebut,” ujar Ustadzh Irena kepada para jamaah masjid yang mengikuti kajian dengan tema ‘Mengapa Kita Harus Memilih Islam’ seperti dilansir republika, kamis (29/12/2011).

Menurut Ustadzah Irena jika Islam agama yang kurang atau jelek tentu tak ada yang merekayasa pemfitnahan terus menerus.

Saturday, June 18, 2016

Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa




Oleh: HARUN YAHYA

Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur'an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa "serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia", dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.

Monday, May 30, 2016

Dekonstruksi Wahyu, dari Hermeneutika Hingga Pluralisme




SEKOLAH Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL kembali menggelar perkuliahannya yang kedelapan pada hari Selasa (28/04/2015) di aula Mi’raj Tours & Travel, Bandung. Perkuliahan yang telah berlangsung sejak bulan Maret ini membahas tema “Dekonstruksi Wahyu” dan dihadiri oleh lebih dari 30 orang pesertanya.

Dr. Nashruddin Syarief, penulis buku “Islam Tanpa Sesat”, membuka perkuliahan dengan prolog mendalam mengenai konsep wahyu yang telah didekonstruksi dan urgensi mempelajarinya untuk menangkal pemahaman yang diinisiasi oleh Barat. “Hari ini nyaris disepakati doktrin yang berasal dari filsafat hermeneutika. Mereka mendoktrin bahwa mustahil firman di langit itu turun secara utuh ke dunia. Teori ini kemudian diserap oleh para cendekiawan muslim di Indonesia lalu dicari dalil dan pembenarannya dari doktrin-doktrin Islam menurut mereka,” papar Nashruddin.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More